Skip to main content

follow us

Perbedaan Roller Bearing dengan Ball bearing

Dalam Kehidupan sehari-hari tentu kita akan asing dengan kata “bearing”. Padahal praktek bearing dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak. Berbeda dalam dunia engginering bearing merupakan benda yang harus diketahui dan sudah familiar. Bearing atau biasa kata lainnya kahar atau laher merupakan sebuah elemen mesin yang berfungsi untuk membatasi gerak relative antara dua komponen atau lebih agar bergerak sesuai arah yang diinginkan.

Bearing juga merupakan sebuah elemen mesin yang berfungsi mengurangi gesekan angular antara dua benda yang bergerak relative antara satu sama lain yaitu poros dan sumbu putar. Terdapat fungsi bearing juga sebagai tumpuan dari benda yang bersifat berputar terhadap porosnya atau juga menjaga suatu komponen yang bergerak linier agar selalu berada pada jalurnya.

Dalam Prakteknya, ada 2 jenis bearing yang sering digunakan untuk kebutuhan mesin. Tergantung pada bentuk kompinen gelinding (mimis), bearing dibagi menjadi dua kelompok utama yaitu ball bearing atau rooling bearing. Ball bearing memiliki kontak berupa bentuk titik antara komponen gelinding dan raceway. Jadi, mereka dapat menurunkan beban gesekan sehingga ball bearing mampu berjalan dengan kecepatan tinggi.

Walaupun ball bearing dalam kemampuan berjalan dapat berkecepatan tinggi namun kemampuan menopang beban menjadi rendah sampai sedang. Berbeda dengan ball bearing, roller bearing memiliki kontak berupa garis antara komponen gelinding dan raceway sehingga dapat menopang beban berat dengan gampang namun hanya dapat dioperasikan dalam kecepatan rendah sampai sedang.

Beban dalam bearing ada dua tipe yang akan diterima yaitu beban radial dan beban thrust. Kedua beban ini tergantung bagaimana cara pemakaian bearing itu sendiri. Bisa saja terjadi dalam suatu keadaan yang menyebabkan bearing mengalami beban radial atau hanya mengalami beban thrust atau bisa juga dibebani dari kedua tipe tersebut secara bersamaan.

Tipe Beban radial pada bearing ini bisa dicontohkan dalam motor listrik yang dihubungkan dengan pulley karena beban tersebut hanya berasal dari ketegangan belt yang menyebabkan timbulnya gaya tarik menarik antara pulley sehingga hanya beban radial yang terjadi. Contoh tipe beban thrust adalah orang yang sedang duduk dikursi yang bisa berputar serta sedang mengangkat sebuah barang.

Bearing akan memiliki beban thrust yang berasal drai beban orang tadi dan barang yang diangkatnya.
Perbedaan roller bearing dengan ball bearing juga dapat dilihat secara umum. Roller bearing secara umum menggunakan roll sebagai tupuannya dan memilkk garis kontak antara rol dan rek, bearing tipe ini dapat menahan beban sedang sampai berat namun dalam hal kecepatan hanya sedang dan terbatas. Jenis jenis bearing tipe roller ini beragam, seperti spherical roller bearing,tapered roller bearing.cylindical roller bearing dan needle roller bearing.

Sedangkan Secara umum ball bearing menggunakan bola baja yang diletakkan di kedua rel yang berfungsi sebagai alur dan jalannya bola tersebut berputar. Jenis jenis bearing tipe ball tersebut beragam seperti deep grove ball bearing, angular contact ball bearig,self aligning ball bearing dan thrust ball bearing.

Jadi sebenarnya garis besar yang bisa diambi adalah roller bearing dapat menopan beban yang berat dengan mudah namun dioperasikan dalam kecepatan rendah sampai sedang. Sedangkan ball bearing dapat berjalan dengan kecepatan tinggi namun kemampuan menopang beban menjadi rendah sampai sedang. Untuk jenis bearing yang lain dapat dilihat di logam makmur karena disana menyediakan semua jenis bearing dengan fungsi yang berbeda beda.

You Might Also Like:

Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar